
Minggu, 29 November 2009 | 09:31 WIB
Mandi Mewah Lux
Mandi pada dasarnya adalah membersihkan tubuh dari keringat dan kotoran lain. Tetapi, dalam zaman konsumsi seperti sekarang, mandi untuk tujuan kebersihan tubuh saja tidak cukup. Mandi pun perlu dibungkus dalam ”ritual”, seperti yang ditawarkan Lux Beauty Shower.
Produk yang mencitrakan diri sebagai sabun para bintang itu memperkenalkan mandi mewah dengan membuat Lux
Dengan tarif Rp 100.000, rangkaian mandi mewah akan dimulai dengan menggosok kulit untuk mengangkat kulit mati. Setelah itu diteruskan dengan sauna, berendam di jacuzzi, dan mandi dengan water jet shower yang pancaran airnya dari atas, samping kiri, dan kanan. Seusai menjalani ritual selama 60-70 menit itu pengunjung bisa mendapat perawatan rambut dan rias wajah. Selain itu, ada pula butik dan lounge untuk berkumpul sambil menikmati musik.
Heboh ”2012”
Segala sesuatu yang dilarang biasanya justru akan semakin menarik perhatian. Begitu juga dengan film 2012 yang oleh Majelis Ulama Indonesia di beberapa daerah sempat dilarang untuk ditonton.
Di beberapa bioskop di Jakarta, sampai akhir pekan ini antrean untuk menonton film yang bercerita tentang ”kiamat” pada 2012 menurut kalender Maya itu tetap panjang. Secara teknik, film ini menghibur mata karena mampu menyajikan gambar kerusakan Bumi secara meyakinkan. Tetapi, tentu saja itu imajinasi produser film Hollywood tentang berhentinya kalender Maya dalam mengobservasi benda langit yang merentang waktu ratusan tahun pada tahun 2012.
Melihat minat menonton begitu besar, yang tidak menyia-nyiakan peluang adalah pedagang asongan dadakan yang menjajakan DVD bajakan film itu. Rabu (25/11) sore, misalnya, di tengah kemacetan Jalan HR Rasuna Said menuju Jalan Gatot Subroto, setidaknya ada dua pedagang mengacung-acungkan DVD tersebut.
Untuk orang yang percaya pada kekuatan pikiran manusia dan energi jagat raya, ketakutan akan kiamat seperti digambarkan film 2012 dianggap salah kaprah. Seharusnya, pikiran diarahkan pada perubahan pada keadaan Bumi dan jagat raya yang lebih baik setelah 12/12/2012. (NMP)
Prakarsa Rolex
Rolex lebih dikenal sebagai merek jam tangan berkualitas. Tetapi, itu saja dianggap tidak cukup untuk memastikan warisan jam tangan ini di masyarakat. Karena itu, sejak 2002 Rolex meluncurkan program filantropi Rolex Mentor and Protegé Art Initiative, kegiatan dua tahunan untuk membantu keberlanjutan warisan artistik dunia. Melalui prakarsa ini Rolex memberikan kesempatan
Prakarsa ini meliputi enam bidang seni: tari, film, sastra, musik, teater, dan seni visual. Tiap murid mendapat grant 25.000 dollar AS selama berguru, uang transpor dan biaya lain, ditambah 25.000 dollar lain untuk memproduksi karya seni mereka.
Untuk tahun 2008-2009, dalam tari Jirí Kylián, koreografer dari Ceko, mementori Jason Akira Somma (29), penari dari Amerika Serikat; Martin Scorcese (pembuat film) mementori Celina Murga (36, Argentina, sutradara film); Wole Soyinka (75, penerima Nobel Sastra 1986) mementori Tara June Winch (25, penulis Australia berdarah Aborigin, Afgan, dan Inggris); Youssou N’Dour (48, pemusik Senegal) mementori Aurelio Martínez (38, Honduras); Kate Valk (52, produser teater, Amerika) mementori Nahuel Peres Biscayart (23, Argentina); dan Rebecca Horn (seni visual, Jerman) mementori Masanori Handa (29, Jepang).