
Senin, 30 November 2009 | 17:00 WIB
BANDUNG, KOMPAS - Persikab Bandung bertekad memenangi laga keduanya di Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 melawan Persikota Tangerang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Senin (30/11). Sayang, pemain belakang Handi Ramdan dan Rasmoyo diragukan bisa tampil.
"Tidak ada cerita kehilangan poin di kandang. Satu laga kandang sudah menghasilkan poin penuh bagi kami. Besok (hari ini) kami juga harus mengamankan tiga angka," kata pelatih Suharno seusai berlatih di stadion, Minggu pagi. Mantan pelatih Persiwa Wamena ini mengaku tidak khawatir timnya bakal kehilangan Handi Ramdan dan Rasmoyo.
Handi menderita cedera pergelangan kaki kanan saat timnya menumbangkan Persikad Depok, 2-1, pada laga perdana Divisi Utama, Kamis pekan lalu. Sejak pertandingan itu, kapten tim ini tidak ikut berlatih. Adapun otot paha Rasmoyo cedera saat berlatih, Minggu kemarin.
"Kami punya banyak pemain untuk menggantikan Handi dan Rasmoyo di lini belakang. Jadi, absennya mereka tak terlalu jadi masalah bagi kami," lanjut Suharno. Di lini belakang, Suharno masih punya Yusrizal yang baru pulih dari cedera engkel, Agus Suprianto, Ikhwan Wicaksono, dan M Topan. Mereka siap menggalang pertahan dari gempuran Persikota. Setelah laga kontra Persikota, tim "Dalem Bandung" akan dijamu Persis Solo pada 4 Desember. Empat hari kemudian, giliran Gresik United yang akan menguji Marwansyah Agung dan kawan-kawan.
Kamis lalu, Marwansyah tampil apik. Ia masuk menggantikan Tutug Widodo pada menit ke-25. Empat belas menit bermain, ia menggetarkan gawang lawan melalui sundulan kepala. Satu menit kemudian, penyerang ini menambah keunggulan lewat sebuah serangan balik.
Saat pertandingan menyisakan waktu satu menit, Persikad menciptakan gol hiburan dari sontekan Sigit, memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Persib kalah
Di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Persib Bandung takluk 0-1 dari Persipura Jayapura pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), Minggu malam. Aksi cemerlang kiper Persipura Jendri Pitoy menjadi mimpi buruk bagi Persib. Berkali-kali Jendri sukses menggagalkan tendangan pemain Persib sejak awal hingga akhir laga. Gol tunggal Persipura dicetak Alberto Gonzalves pada menit ke-47.
Pelatih Persib Jaya Hartono mengaku puas dengan permainan kedua tim, tetapi ia kecewa dengan kepemimpinan wasit Sutiyoso. "Kedua tim sama-sama bermain cepat dan terbuka sehingga di babak kedua kita melihat kedua tim saling menyerang. Para pemain kami pun semakin bagus di babak kedua. Akan tetapi, saya kecewa dengan wasit yang tidak melindungi para pemain kami," kata Jaya.
Masih di ajang LSI, Pelita Jaya Karawang berambisi menang saat menjamu Arema Malang pada Rabu (2/12). Hingga partai keenamnya di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu malam lalu, tim asuhan Fandi Ahmad itu hanya meraih satu poin setelah ditahan seri tanpa gol oleh tamunya, Persema Malang.
Hasil 0-0 pada laga tersebut memperpanjang paceklik kemenangan Pelita Jaya dalam LSI. Lima laga sebelumnya, melawan Persela Lamongan, Persijap Jepara, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC, Pelita Jaya hanya meraih satu poin hasil dari satu kali seri dan empat kali kalah.
Seusai pertandingan, Fandi Ahmad meminta maaf kepada publik Karawang yang telah mendukung timnya. Hasil seri, menurut dia, mengecewakan sedikitnya 7.700 penonton yang menyaksikan pertandingan perdana Pelita Jaya di Singaperbangsa.
"Antusiasme penonton sangat memotivasi. Namun, tim belum memberikan kemenangan. Karenanya, kami meminta maaf. Semoga Rabu nanti kami dapat tampil lebih baik," ujar Fandi.
Dua jam sebelumnya, Pelita Jaya memukul Persib Bandung 2-1 di Stadion Singaperbangsa pada laga LSI U-21. Tim yunior Pelita unggul melalui gol Dedi Kusnandar dan Andri Kurniawan, sedangkan gol Persib melalui Dias Angga Putra. (hei/mkn/row)