Rabu, 10 Februari 2010
Pantura Kian Rawan Macet
Akhir Pekan Lalu, Cikampek-Ciberes Makan Waktu Lima Jam

Rabu, 2 Desember 2009 | 11:12 WIB

Karawang, Kompas - Penumpukan kendaraan dan kemacetan semakin rutin terjadi di sejumlah titik perbaikan di jalur pantai utara (pantura) Jawa Barat, khususnya di wilayah Kabupaten Subang dan Karawang, dua pekan terakhir. Perbaikan jalan ditargetkan selesai sebelum akhir 2009. Selasa (1/12), penumpukan kendaraan dan kemacetan terjadi di dua titik perbaikan di Karawang, yaitu di ruas Pangulah-Kaliasin (Kecamatan Kotabaru) dan ruas Jatisari-Cikalongsari (Kecamatan Jatisari).

Kendaraan merayap di kedua lokasi tersebut dengan kecepatan kurang dari 10 kilometer per jam karena ada penyempitan jalan di jalur menuju Jakarta dan Cirebon. Pekerja menutup satu lajur di lokasi perbaikan sehingga kendaraan dari dua arah harus berbagi.

Kemacetan makin parah pada jam pulang sekolah. Banyaknya angkutan kota, ojek, dan becak yang menunggu dan menaikkan penumpang di sekitar sekolah membuat arus kendaraan terhenti. Kondisi itu diperparah oleh sebagian pengendara yang nekat masuk ke jalur berlawanan.

Jalanan di sekitar Pasar Jatisari dan pertigaan Cikalongsari juga rawan macet. Selain menjadi lokasi mangkal ojek dan pemberhentian angkutan, lokasi tersebut menjadi titik penyeberangan kendaraan dan orang.

Menurut Eman (46), pedagang di tepi jalan Desa Mekarsari, Kecamatan Jatisari, Karawang, sejak perbaikan jalan dimulai lagi dua pekan lalu, arus kendaraan di pantura semakin sering macet. Selain pada jam pulang sekolah atau kerja, kemacetan juga terjadi selepas maghrib dan subuh, yaitu ketika sebagian besar truk dan bus antarkota antarprovinsi tujuan Jakarta melintas.

Akhir tahun

Rohayati (37), pemilik warung di Desa Ciberes, Patokbeusi, Subang, menambahkan, kemacetan juga sering terjadi di lokasi perbaikan jalan di ruas Sarengseng-Cibanggala. "Ada pembeli yang mengeluh karena harus menempuh Cikampek-Ciberes hingga lima jam. Padahal, biasanya dari Cikampek hanya setengah jam," ujarnya soal kemacetan pada libur panjang akhir pekan lalu.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Pantura Nasional Wilayah IV Jabar-Banten Purnomo menambahkan, peningkatan volume kendaraan pada libur pekan lalu tidak diantisipasi dengan penghentian sementara perbaikan jalan. Akibatnya, kemacetan rawan terjadi.

"Pelaksana proyek mengejar target penyelesaian sebelum akhir tahun ini karena biasanya arus kendaraan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru. Akibatnya, perbaikan harus tetap jalan pekan-pekan ini," ujar Purnomo.

Ada empat titik perbaikan di ruas sepanjang 46 kilometer antara Cikampek dan Pamanukan. Namun, memasuki Desember ini, lanjut Purnomo, jumlahnya terus berkurang. Perbaikan antara lain berupa pengerasan bahu jalan, pemasangan median, penguatan fondasi, serta pengaspalan.

Terkait dengan kemacetan, Kepolisian Wilayah Purwakarta menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik rawan, terutama pada awal dan akhir libur panjang. Upaya lain adalah menganjurkan pengendara untuk menghindari titik rawan macet dengan menempuh jalur alternatif. (mkn)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: