Kamis, 18 Maret 2010
Ekspor Jambi Turun 25,48 Persen, Impor Naik 53,47 Persen

Kamis, 3 Desember 2009 | 03:33 WIB

JAMBI, KOMPAS - Nilai ekspor Provinsi Jambi pada Oktober turun 25,48 persen dibanding September 2009. Sebaliknya, nilai impor dalam periode yang sama naik 53,47 persen.

”Turunnya nilai ekspor ini sedikit banyak merupakan imbas dampak krisis global yang sebagian masih dirasakan pelaku ekspor,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Dyan Pramono Efendi di Kota Jambi, Rabu (2/12).

Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, ekspor Provinsi Jambi pada Oktober senilai 69,46 juta dollar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, pada September, nilainya 51,76 juta dollar AS. Artinya, terjadi penurunan nilai ekspor sebesar 25,48 persen.

Dari tiga kelompok komoditas ekspor, dua di antaranya mengalami penurunan nilai, yakni kelompok pertanian dan pertambangan. Adapun kelompok industri meningkat.

Nilai ekspor kelompok pertanian turun 0,84 persen dibanding September meskipun volumenya naik 9,71 persen. Komoditas ekspor kelompok ini antara lain kopi, teh, pinang, dan rempah-rempah.

Tren serupa terjadi di kelompok pertambangan yang nilai sementaranya pada Oktober adalah 1,87 juta dollar AS. Sementara itu, ekspor kelompok industri justru naik 9,55 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Provinsi Jambi mulai Januari hingga Oktober mencapai 587,39 juta dollar AS dengan volume 1,11 juta ton, yang terdiri atas 381,81 juta dollar AS dari komoditas industri, 190,39 juta dollar AS dari komoditas pertambangan, dan 15,19 juta dollar AS dari komoditas pertanian.

Tujuan ekspor

Dari sembilan negara tujuan ekspor Provinsi Jambi, Singapura adalah yang terbesar dengan kumulatif nilai ekspor mulai Januari hingga Oktober sebesar 146,14 juta dollar AS. Di urutan berikutnya adalah Jepang (71,28 juta dollar AS), Malaysia (68,59 juta dollar AS), dan China (66,83 juta dollar AS).

Sementara itu, impor Provinsi Jambi pada Oktober meningkat 53,47 persen dibanding September. Impor September senilai 8,40 juta dollar AS naik pada Oktober menjadi 12,89 juta dollar AS. Kontribusi terbesar berasal dari komoditas mesin dan alat angkutan sebesar 8,27 dollar AS atau naik hampir tiga kali lipat dibanding pada September.

Nilai impor terbesar pada bulan Oktober berasal dari AS, yakni 6,29 juta dollar AS. Sementara itu, nilai impor terbesar kumulatif berasal dari China sebesar 28,06 juta dollar AS. (LAS)

 

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: