
Kamis, 10 Desember 2009 | 17:36 WIB
Bantul, Kompas - Sebanyak 650 unit posyandu lansia di Bantul menerima bantuan pemerintah kabupaten, masing-masing sebesar Rp 350.000. Dana itu digunakan untuk kegiatan operasional posyandu selama satu tahun. Saat ini, Bantul menjadi pelopor dalam hal penyelenggaraan posyandu lansia.
Wagio, Koordinator Daerah Posyandu Lansia Bantul, dalam acara penyerahan bantuan di rumah dinas bupati, Rabu (9/12), mengemukakan, bantuan dikucurkan dalam dua tahap. Tahap I diperuntukkan bagi 524 posyandu, sedangkan tahap II untuk 126 posyandu.
Menurutnya, jumlah posyandu lansia di Bantul tergolong banyak dibandingkan dengan daerah lain. Hal tersebut menjadi bukti tingginya kepedulian pemerintah dengan nasib para lansia. "Masih banyak daerah yang belum memiliki posyandu lansia. Padahal, jumlah mereka sangat banyak. Di Bantul saja, jumlahnya sekitar 100.000 orang," katanya.
Ada beberapa kegiatan yang dilakukan di posyandu lansia, seperti pengecekan kesehatan dasar, olahraga, bina mental agama, dan kegiatan kesenian. Saat ini, pemerintah sedang mengusahakan agar para lansia diberi kegiatan ekonomi produktif. "Sudah ada enam kelompok di Sedayu, Bambanglipuro, Sewon, dan Kretek yang kami persiapkan, tetapi belum ada yang mau mendanai," ujar Wagio.
Pesat
Pertumbuhan posyandu lansia di Bantul tergolong pesat. Tahun lalu, jumlahnya masih sekitar 550 unit, tetapi tahun ini bertambah menjadi 650 unit. "Idealnya setiap dusun memiliki posyandu sendiri. Ada 933 dusun di Bantul. Jadi, diharapkan keberadaan posyandu lansia masih akan terus bertambah," kata Wakil Bupati Bantul Sumarno, seusai menyerahkan bantuan secara simbolis.
Sumarno yang hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Ida Idham Samawi meminta masyarakat Bantul agar menghargai dan menghormati jasa lansia. "Sewaktu mereka muda, mereka sudah banyak berbuat untuk Bantul. Tidak berlebihan jika sekarang kita memberikan penghargaan dengan merawat mereka di usianya yang sudah senja," katanya. (ENY)