
Sabtu, 12 Desember 2009 | 03:42 WIB
Hongkong, Jumat
Organisasi lingkungan hidup internasional ini mengatakan, negara maju dan berkembang harus bekerja sama membenahi kota-kota tersebut dari dampak perubahan iklim pada masa mendatang. Menurut WWF, kerentanan kota-kota ini menjadi dasar untuk menanganinya secara adil dan mengikat pada pertemuan tingkat tinggi Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen.
Banyak kota, berdasarkan analisis WWF, sangat tinggi ancamannya dilanda bencana badai dan banjir. Sementara itu, sebagian besar penduduk juga berada pada tingkat sosial ekonomi yang mencemaskan. Pada saat yang bersamaan kota-kota ini juga sering kali sangat kurang kapasitasnya dalam melindungi penduduknya dari dampak negatif akibat perubahan iklim.
”Perubahan iklim saat ini telah menghancurkan kota-kota di negara berkembang di Asia dan akan kian besar ancamannya pada masa mendatang,” ujar Kim Carstensen, Direktur WWF Global Climate Initiative. ”Kota-kota tersebut rentan dan memerlukan bantuan yang mendesak untuk adaptasi, dalam melindungi kehidupan jutaan penduduknya dari perubahan iklim,” katanya lebih lanjut.